7.26.2009

SETTING PC ROUTER

Router atau routing merupakan cara bagaimana lalu lintas data dalam jaringan dapat menentukan lokasi tujuan dan cara tercepat menuju ke tujuan tersebut sesuai dengan alamat IP yang diberikan sehinnga mengoptimalkan kinerja Server. Perutean secara static dibagi menjadi 2 jenis yaitu :
1. Default gateway
2. Static route

Penggunaan Default gateway dan Static route tersebut di atas dapat kita perhatikan sesuai dengan kebutuhan kita pada saat mendesain suatu jaringan, apakah route yang dibuat agak kompleks atau sederhana.
Untuk desain router sederhana kemungkinan besar dapat digunakan dengan menggunakan default gateway. Tetapi seandainya kondisi jaringan sudah begitu kompleks kita dapat menggunakan routing static atau kedua-duanya secara kombinasi yakni menggunakan dafault gateway dan static route pada titik-titik tertentu.

Di pasaran banyak tipe Router yang dijual dengan harga yang bervariasi namun pada dasarnya cukup mahal berkisar antara 800rb – 1 juta rupiah  namun bagi yang punya dana itu bukan suatu masalah. Nah, untuk jaman sekarang biasanya orang selalu berpikir mana yang murah atau malah gratissss, hehehehe…. So, bagi rekan-rekan yang punya dana terbatas dapat menjadikan PC Servernya sebagai PC Router. Caranya :
1. Windows XP
Langkahnya :
1) Buka Registry editor melalui menu Run
2) Explore ke HKEY_LOCAL_MACHINE\CurrentControlSet\Services\Tcpip\Parameters
3) Klik ganda pada IPEnableRouter. Ganti Value Data-nya dari 0 menjadi 1. Klik OK.
4) Restart PC Servernya.
5) Untuk memastikan bahwa Routernya telah aktif, buka command prompt melalui Menu Run kemudian ketik “ipconfig /all” (tanpa tanda petik) tekan Enter.
6) Lihat keterangan IP Routing Enable-nya Yes berarti telah aktif.
2. Windows Server 2003
Langkahnya :
1) Pada Windows 2003 buka Start - Program - Administrative Tools - Routing and Remote Access
2) Akan muncul jendela Routing and Remote Access setelah itu klik kanan pada local computer (Nama Computer) kemudian pilih Configure and Enable Routing and Remote Access… klik Next
3) Pilih Custom Configuration terus klik Next dan pilih LAN Routing dari beberapa pilihan (konfigurasi standar LAN Roouting) … klik Next kemudian Finish.
4) Secara otomatis akan mucul konfirmasi untuk menyalakan/mengaktifkan service routing so pilih aja Yes.
5) Tanda Routing jika sudah aktif adalah pada label dekat tulisan local server akan berwrna hijau

Catatan : Perangkat yang dibutuhkan dalam mendesain PC Router adalah Kartu Jaringan (NIC) 2 buah atau lebih, Jaringan computer dan Switch. baca : Tutorial Merakit Jaringan (1)

Semoga Membantu..
Continue Reading...

Tutorial Merakit Jaringan (2)

2. Setting Server dan Client

Setelah komputer-komputer terhubung dalam satu bentuk topologi (mis; Star) maka kita siap melakukan pengaturan-pengaturan. Nyalakan PC Server (pastikan bahwa PC server telah terkoneksi ke Speedy Broadband). Koneksi Speedy ke server dilakukan oleh pegawai PT. Telkom atau bila kita ingin melakukannya sendiri, kita tinggal meminta nomor speedy+password, IP dan DNS dari Telkom setelah aplikasi permohonan berlangganan kita di terima (cari yang aman saja lah hehehe…) buka command prompt dari start menu – programs – accessories – command prompt. Ketik “ping www.google.com” tanpa tanda petik ya...

Apabila PC server kita telah terkoneksi dengan internet melalui speedy maka kita akan dapatkan “Reply from 72.14.203.174:..." artinya bahwa koneksi berhasil diterima.
Nah, sekarang kita akan menseting jaringan yang baru kita kerjakan tadi…..


  • Buka command prompt dan ketik “ipconfig /all” tekan ENTER (tanpa tanda petik). Di sini akan terlihat IP Address, DNS server, dan Default Gateway (NIC 1 milik speedy dan NIC 2 masih kosong). Catatlah pada selembar daun lontar eh kertas maksudnya :) nomor-nomor tersebut. IP Address yang digunakan biasanya berada di kelas C.
    Misalnya NIC 1 terisi :
    IP address : 192.168.1.2
    Subnet : 255.255.255.0
    Gateway : 192.168.1.1 (IP Address di ADSL modem)
    DNS server : 202.134.0.15 (DNS dari ISP / Speedy)
    Alternative DNS : 202.134.0.10

  • Buka Control Panel – Network connectin. Klik ganda pada Local Area Connectin 2 (NIC2)

  • Cari pilihan Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik Properties. Klik pada bagian Use the following IP address kemudian isikan seperti berikut :
    IP address : 192.168.0.1
    Subnet : 255.255.255.0
    Gateway : 192.168.1.2 (IP Address di NIC 1)
    DNS server : 202.134.0.15
    Alternative DNS : 202.134.0.10

  • Setelah diisi, klik OK kemudian closse

  • Pada posting terdahulu bahwa NIC 1 terhubung ke ADSL modem dan NIC 2 terhubung ke switch. NIC 2 inilah yang akan kita share ke komputer client.
    Sebelum melakukan sinkronisasi antara PC server dan PC client terlebih dulu kita mengisi IP address di semua komputer client. Carane …. :

  • Nyalakan komputer klien semua. Agar lebih mudah, lakukan penyetingan mulai dari komputer klien nomor 1.
  • Buka Control Panel – Network connectin. Klik ganda pada Local Area Connectin
  • Cari pilihan Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik Properties. Klik pada bagian Use the following IP address kemudian isikan seperti berikut :
    IP address : 192.168.0.2 (IP Address client 1)
    Subnet : 255.255.255.0
    Gateway : 192.168.0.1 (IP Address di NIC 2 server)
    DNS server : 202.134.0.15
  • Untuk client 2 dan seterusnya, ikuti langkah nomor 2 di atas. Anda tinggal mengganti IP address ke 3,4,5 ….. dst.


  • To be continue… :)
    Continue Reading...

    5.02.2009

    Instalasi LAN

    Hmmmm, sudah lama tidak update :) Sekarang kita mencoba belajar merakit LAN. Tools yang digunakan untuk merakit, diantaranya :

    1. Tang Crimping

    2. Konektor RJ 45

    3. Twisted pair (UTP kabel cat 5)

    4. Tang potong (optional)

    5. Hub/Switch

    6. Router (optional)

    7. ADSL Modem

    8. Sistem Operasi Windows XP SP2/SP3

    9. Cappucino satu gelas (no smoke)



    Instalasi Kabel LAN

    Sebelum memulai ada baiknya kita mengenal 2 standart warna dalam menyusun pengkabelan :


    Cara Pasang : Susunlah 8 kabel tersebut sesuai warnanya, masukkan pada konektor RJ-45 kemudian jepit menggunakan tang Crimping.

    Membuat jenis kabel crossover
    Kabel ini untuk menghubungkan 2 jenis device yang sama, Mis : 2 komputer yang saling terhubung.

    Cara Pasang : Ujung satu 568A dan ujung kedua 568B. Tips, gunakan standart 568B dulu, untuk mempermudah.


    Membuat jenis kabel straight
    Untuk menghubungkan 2 jenis devide yang berbeda, menggunakan kabel straight-thru kabel straight-thru. Mis: komputer dengan hub/switch

    Cara Pasang : kedua ujung kabel identik/sama. Misalkan : Ujung satu 568B dan ujung kedua 568B

    Continue Reading...

    11.27.2008

    Instalasi Acer Aspire 4315


    Pada laptop ini, Hard disk yang digunakan yaitu SATA AHCI sama dengan Aspire 4710. Bila setting bios pada kondisi default maka proses instalasi Windows XP akan terhenti karena tidak ditemukannya hard disk. Untuk mensiasatinya, Anda harus mengubah tipe AHCI pada menu ‘MAIN’ di bios menjadi IDE agar terdeteksi saat Instalasi Windows XP. Namun cara ini akan sedikit berpengaruh pada kinerja hard disk.

    Oleh sebab itu, untuk memperoleh kinerja hard disk yang optimum dari tipe SATA, anda harus memiliki driver SATA AHCI atau CD boot Windows XP yang sudah terintegrasi dengan driver SATA AHCI. Bila belum memiliki CD ini silahkan baca artikel ini



    Continue Reading...

    Cara Instal XP di Acer Aspire 4710




    Saat menginstal laptop Acer Aspire 4710 menggunakan Windows Vista, kamu tidak akan menuemukan kendala yang berarti. Proses instalasi akan berjalan dengan sangat mulusnya Tapi itu tidak berlaku untuk Windows XP. Saat menginstal dengan Windows XP, kita tidak menemukan Hard disk untuk melanjutkan proses instalasi dikarenakan Acer Aspire 4710 menggunakan Hard disk bertipe SATA. Untuk HDD SATA memiliki kecepatan baca/tulis lebih baik dari pada HDD PATA/IDE.


    Nah, ada beberapa cara agar Windows XP terinstal dengan sempurna ke Laptop Acer Aspire 4710 :



    1. Update bios mainboard agar pada menu ‘MAIN’ di bios terdapat pilihan untuk mengganti mode HDD dari AHCI ke IDE. Namun langkah ini tidak saya rekomendasikan karena tingkat resiko yang tinggi dengan imbalan yang mahal

    2. Cari dan Download Driver SATA AHCI di internet kemudian simpan dan copy ke floppy disk (kamu harus memiliki floppy disk eksternal karena laptop ini tidak memilikinya). Cara menggunakannya; saat mulai booting Windows XP tekan F2 untuk menggunakan mode disk SATA dimana nantinya kamu diminta untuk menginstal driver AHCI yang tersimpan di floppy. Sayangnya pada bagian ini Flash disk belum bisa difungsikan. So, pake aja floppy.


    3. Cara yang ketiga ini yang aku gunakan yaitu mengintegrasikan driver AHCI ke Windows XP mengunakan software nLite. NLite bisa jalan apabila kamu sudah menginstal MS Net Framework 2.0 ke atas di komputermu. Software nLite dan MS Net Framework dapat dapat kamu peroleh di CD/DVD majalah computer yang ada di kotamu (CHIP, PCMedia atau yang lainnya). Atau bisa di download di :



    Cara mengintegrasikan driver AHCI ke windows XP :



    1. Masukkan CD Instalasi Windows XP kemudian copy seluruh file & folder ke hard disk anda.

    2. Instal MS Net Framework dan nLite yang sudah anda download

    3. Jalankan aplikasi nlite, klik Next.


    4. Klik Browse untuk mencari folder Windows XP yang anda kopy tadi. Setelah discan folder windowsnya, klik Next.

    5. Pada halaman Preset, klik Next aja untuk melanjutkan

    6. Pada bagian Task Selection, hijaukan tombol Driver dan Bootable Iso (sesuai gambar) kemudian klik Next.


    7. Pada halaman ini (Driver) kita bisa mengintegrasikan driver yang kita butuhkan yaitu dengan meng-klik Insert. Pilih Single Drive untuk mengintegrasikan driver AHCI.

    8. Cari folder AHCI hasil download yang sudah diekstrak, pilih file iaahci.inf klik open.

    9. Setelah itu, pada jendela Driver Integration Option, pilih driver SATA AHCI Controller (Mobile). Bila pilih lebih dari 1, tekan tombol Ctrl. Klik OK


    10. Klik Next untuk melanjutkan proses integrasi. Kemudian klik Yes untuk persetujuan proses integrasi.

    11. Klik Next bila proses integrasi selesai.

    12. Pada halaman ini (Bootable Iso), masukkan CD kosong kemudian pada mode burning pilih Direct Burn. Bila CD belum terbaca, klik tab Refresh. Pilih burning speed yang paling rendah untuk memperoleh hasil burning yang maksimal. Jangan lupa untuk mencentang bagian verfy.


    13. Klik tab Burn kemudian Yes untuk memulai proses Burning ke CD.

    14. Tunggu beberapa saat sampai proses selesai, kemudain klik Next.

    15. Klik Finish.



    Sekarang, kamu sudah memiliki CD Instalasi Windows XP yang terintegrasi dengan SATA AHCI Driver.


     


    Continue Reading...
     

    About Me

    My photo
    Ambon, Maluku, Indonesia
    Belajar dari yang salah dan jangan takut salah. Kesalahan akan membuat kita menjadi tahu mana yang benar. Semua orang yang sukses memiliki kegagalan pada mulanya.

    Term of Use

    Teknisi Komputer Copyright © 2009 Black Nero is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal